Pengikut

Rabu, 15 Maret 2017

BAB III
MEMAHAMI PERANAN BUDAYA DALAM BISNIS INTERNASIONAL
STIE BIMA
MATA KULIAH : BISNIS INTERNASIONAL
Oleh : Mistar, SE., MM.

PENDAHULUAN
Banyak riset (Deresky , 2006;82) menunjukkan bahwa “banyak kegagalan yang tidak perlu” (blunder) terjadi karena sebab-sebab kurangnya sensitivitas  budaya (cultural sensitivity).
sensitivitas  budaya atau empati budaya (cultural empaty) adalah suatu kesadaran (awareness) serta perhatian tulus (honest caring) atas budaya lain.
Sensitivitas suatu kesedian untuk melihat sesutu dari sudut pandang orang lain.
A.      Budaya dan Efeknya pada Organisasi
Deresky (2006: p.84) memetakan 4 variabel yang mempengaruhi perilaku kerja individu dan kelompok karyawan suatu organisasi :
a.    Sikap (attitudes)
b.   Variabel Budaya (cultural variable)
c.    Variabel Nasional (national variable)
d.   Variabel sosiobudaya (sociocultural variable)

1.      Sikap (attitudes)
a.       Pemaknaan terhadap kerja
b.      Penghargaan terhadap waktu
c.       Cara pandang materialisme
d.      Kebebasan individual yang dihargai
e.       Sikap terhadap perubahan

2. Variabel Budaya (cultural variable)
a.Nilai – nilai
b.Norma-norma
c.keyakinan

3. Variabel Nasional (national variable)
a.Sistem ekonomi
b.Sistem hukum
c.Sistem politik
d.Situasi fisik
e.Kemampuan teknologi

4. Variabel sosiobudaya (sociocultural varilable)
a.Peranan agama dan kekuatan keyakinan
b.Tingkat dan penghargaan terhadap pendidikan
c.Tingkat penguasaan terhadap tata bahasa (1981)
Beranggapan bahwa efek budaya lebih terlihat pada individu pada tingkat perilaku personal dibandingkan pada tingkat organisasional. Hal ini dapat diterangkan dari efek penyamaan (convergence), yaitu adanya venomena pergeseran gaya manajemen individual pada organisasi yang menuju kesamaan.
B.Variabel-Variabel Budaya 
Para manajer dari negara manapun tidak boleh berpikir bisa berhasil dengan mudah untuk memindahkan :
a.Gaya
b.Praktik
c.Harapan
d.Proses
Yang bisa dilakukan di negaranya ke negara lain. Para manajer harus selalu siap dengan kondisi darurat (contingency management). Manajemen kondisi darurat mensyaratkan bahwa manajer selalu siap untuk beradaptasi dengan lingkungan lokal dan pelaku-pelaku bisnis lokal serta mengelolanya secara kondisional.
C. Sub Kultur
a.Sistim kekeluargaan
b.Sistim pendidikan
c.Sistem ekonomi
d.Sistem politik
e.Agama dan kepercayaan
f.Asosiasi
g.Tingkat kesehatan
h.Rekreasi.

D. Dimensi Nilai Kultural
Menurut GLOBE (Global Leadership and Organization Effectiviness)
1.Ketegasan
2.Pandangan terhadap masa depan
3.Penilaian atas kinerja
4.Penilaian atas tindakan manusiawi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Materi Rekrutmen

https://docs.google.com/presentation/d/14C8nQ_hgvM5Dj_B_pNHAwxDI-ToJzyHfvVZlVvbdYpg/edit?usp=sharing